Authentication
290x Tipe DOCX Ukuran file 0.10 MB Source: web.dpmptsp.jatengprov.go.id
GUBERNUR JAWA TENGAH
RANCANGAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH
NOMOR ………… TAHUN …………….
TENTANG
PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
DI PROVINSI JAWA TENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR JAWA TENGAH,
Menimbang : a. bahwa dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah
Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan
Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, maka
Peraturan Gubenur Jawa Tengah Nomor 18 Tahun 2017
tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Di Provinsi Jawa Tengah sudah tidak sesuai lagi dengan
tuntutan dunia usaha, perkembangan teknologi dan
keadaan;
b. bahwa dalam rangka percepatan berusaha,
peningkatan penanaman modal serta untuk
melaksanakan ketentuan Pasal 65 Undang-undang
nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
dan sesuai ketentuan Pasal 18 Peraturan Pemerintah
Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan
Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, perlu
menetapkan Peraturan Gubernur tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di
Provinsi Jawa Tengah;
Mengingat : Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Provinsi Jawa Tengah (Himpunan
Peraturan-Peraturan Negara Tahun 1950 Halaman
86-92);
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman
Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4724);
Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5038);
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5601);
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah beberapa kali diubah terkahir dengan Undang-
Undang Nomo 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang
Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun
2018 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6215);
Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 221);
Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar
Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang
Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman
Modal (Lembaran Negara Tahun 2016 Nomor 97);
Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang
Percepatan Pelaksanaan Berusaha (Lembaran Negara
Tahun 2017 Nomor 210);
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun
2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2009 – 2029 (Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6);
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun
2010 tentang Penanaman Modal Di Provinsi Jawa
Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun
2010, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa
Tengah Nomor 29);
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun
2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat
Daerah Provinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2016 Nomor 9, Tambahan Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 85);
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017
tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017
Nomor 1956);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH TENTANG
PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI
PROVINSI JAWA TENGAH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan:
Daerah adalah Provinsi Jawa Tengah.
Provinsi adalah Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan Pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom.
Gubernur adalah Gubernur Jawa Tengah.
Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat PD adalah Perangkat Daerah
Provinsi Jawa Tengah.
Dinas adalah Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,
yang selanjutnya disingkat DPMPTSP sebagai unsur pelaksana urusan
pemerintahan bidang penanaman modal yang menjadi kewenangan
daerah.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang selanjutnya disingkat PTSP adalah
pelayanan secara terintegrasi dalam satu kesatuan proses dimulai dari
tahap permohonan sampai dengan tahap penyelesaian produk
pelayanan melalui satu pintu.
Penyelenggara PTSP adalah Perangkat Daerah yang membidangi penanaman
modal sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-
undangan.
Penyelenggaraan PTSP adalah kegiatan penyelenggaraan Perizinan dan
Nonperizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan
sampai tahap terbitnya dokumen dilakukan secara terpadu dalam satu
pintu.
Perizinan Berusaha adalah pendaftaran yang diberikan kepada Pelaku Usaha
untuk memulai dan menjalankan usaha dan/atau kegiatan dan diberikan
dalam bentuk persetujuan yang dituangkan dalam bentuk
surat/keputusan atau pemenuhan persyaratan dan/atau Komitmen.
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single
Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah perizinan berusaha
yang diterbitkan oleh lembaga OSS untuk dan atas nama gubernur,
kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.
Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS yang selanjutnya disebut
Lembaga OSS adalah lembaga pemerintah non kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang koordinasi
penanaman modal
Nomor Induk Berusaha yang selanjutnya disingkat NIB adalah identitas
Pelaku Usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS setelah Pelaku Usaha
melakukan Pendaftaran.
Pelaku Usaha adalah perseorangan atau non perseorangan yang melakukan
usaha dan/atau kegiatan pada bidang tertentu.
Pendaftaran adalah pendaftaran usaha dan/atau kegiatan oleh Pelaku Usaha
melalui OSS dan/atau non OSS.
Izin Usaha adalah izin yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas
nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota
setelah Pelaku Usaha melakukan Pendaftaran dan untuk memulai usaha
dan/atau kegiatan sampai sebelum pelaksanaan komersial atau
operasional dengan memenuhi persyaratan dan/atau Komitmen.
Izin Komersial atau Operasional adalah izin yang diterbitkan oleh Lembaga
OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau
bupati/wali kota setelah Pelaku Usaha mendapatkan Izin Usaha dan
untuk melakukan kegiatan komersial atau operasional dengan
memenuhi persyaratan dan/atau Komitmen.
Komitmen adalah pernyataan Pelaku Usaha untuk memenuhi persyaratan
Izin Usaha dan/atau Izin Komersial atau Operasional.
Perizinan adalah pemberian dokumen dan bukti legalitas persetujuan dari
pemerintah kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nonperizinan adalah pemberian dokumen atau bukti legalitas atas sahnya
sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang dalam kemudahan
pelayanan dan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Tunjangan Kinerja Khusus adalah tunjangan khusus yang diberikan dalam
rangka penyelenggaraan PTSP.
Dokumen Elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat,
diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog,
digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat,
ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau sistem
elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar,
peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses,
simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat
dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Delegasi adalah pelimpahan Kewenangan dari Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan yang lebih tinggi kepada Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan yang lebih rendah dengan tanggung jawab dan tanggung
gugat beralih sepenuhnya kepada penerima delegasi.
Administrator adalah Pejabat yang menandatangani dokumen Perizinan.
Verifikator adalah Pejabat yang memproses keabsahan dokumen perizinan.
Pelaksana Kegiatan adalah petugas yang melaksanakan pelayanan
administrasi perizinan.
BAB II
MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP
Bagian Kesatu
Maksud Dan Tujuan
Pasal 2
(1) Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam
penyelenggaraan PTSP.
(2) Penyelenggaraan PTSP bertujuan untuk :
a. meningkatkan kualitas PTSP dalam mewujudkan kepastian hukum dan
perlindungan kepada masyarakat;
b. memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk
memperoleh pelayanan prima; dan
c. meningkatkan kemudahan berusaha dan iklim investasi yang kondusif
di Daerah.
Bagian Kedua
no reviews yet
Please Login to review.