Authentication
730x Tipe DOCX Ukuran file 0.03 MB
Tulisanku
Jumat, 18 Maret 2016
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA MENENTUKAN TITIK BERAT
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
MENENTUKAN TITIK BERAT
PENYUSUN :
1. LIATISSANI EFTIKASARI (KETUA KELOMPOK)
2. APRIANI UTAMI
3. BAIQ NANI ARLIANI KARHI
4. HASTUTI WAHIDA PUTRI
5. JUHAELI HARNI
6. NURUL AIDA MUSAFFA
7. SATRIAWANDI
SMA NEGERI 1 AIKMEL
Tahun Pelajaran 2014/2015
A. Tujuan
Menentukan letak titik berat bidang homogen baik yang teratur maupun yang tidak teratur.
B. Landasan Teori
Sebuah benda terdiri atas banyak partikel. Setiap partikel mempunyai massa. oleh karena
itu, tiap partikel mempunyai berat dan titik berat yang berbeda-beda. Partikel-partikel tersebut
masing-masing mempunyai gaya berat w , w , w , ..., wn dengan resultan gaya berat w. Resultan
1 2 3
dari seluruh gaya berat benda yang terdiri atas bagian-bagian kecil benda dinamakan gaya berat.
Titik tangkap gaya berat inilah yang disebut titik berat (Zo). (Setya Nurachmandani, 2009)
Resultan dari gaya berat masing-masing partikel itulah yang kemudian disebut dengan
berat benda (W). (Tri Widodo, 2009)
Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik
tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa
suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit
dengan letak titik beratnya. (Anonimus, 2012)
Titik berat suatu benda adalah suatu titik pada benda tersebut atau di sekitar benda
tersebut di mana berat semua bagian benda terpusat pada titik tersebut.
Apabila suatu benda homogen (kerapatan sebagian benda sama atau benda tersusun dari
bahan sejenis) dan bentuk benda simetris (misalnya persegi, persegi panjang, lingkaran) maka
titik berat benda berhimpit dengan pusat massa benda yang terletak di tengah-tengah benda
tersebut. Untuk segitiga, pusat massa terletak pada 1/3 h, di mana h = tinggi segitiga.
Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi
pada satu titik yang di sebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini gaya-gaya yang
bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang di tumpu
pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statik. Dengan kata lain titik berat adalah
titik tangkap dari semua gaya yang bekerja. Contoh berikut ini menunjukkan bagaimana
menentukan letak resultan gaya yang sejajar.
a. Titik berat benda homogen satu dimensi (garis), untuk benda-benda berbentuk memanjang
seperti kawat , massa benda dianggap diwakili oleh panjangnya (satu dimensi).
b. Titik berat benda-benda homogen berbentuk luasan (dua dimensi), Jika tebal diabaikan maka
benda dapat dianggap berbentuk luasan (dua dimensi).
c. Titik berat benda-benda homogen berdimensi tiga, letak titik berat dari gabungan beberapa
benda pejal homogen berdimensi tiga.
Titik berat benda homogen berbentuk luasan yang bentuknya teratur terletak pada sumbu
simetrinya. Untuk bidang segi empat, titik berat diperpotongan diagonalnya, dan untuk lingkaran
terletak dipusat lingkaran. (Dahlia Sylviana, 2015)
Rumus Titik Berat
Jika bentuk benda simetris dan benda homogen maka titik berat berhimpit dengan pusat
massa benda, di mana titik berat dan pusat massa terletak di tengah-tengah benda tersebut.
Sebaliknya jika benda homogen tetapi tidak simetris maka posisi titik berat benda dapat
ditentukan menggunakan rumus berikut :
Koordinat titik berat benda pada sumbu x :
Xo
Koordinat titik berat benda pada sumbu y :
Y
o
Keterangan:
x = titik tengah benda pada sumbu x,
y = titik tengah benda pada sumbu y,
A = luas benda
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Statif
Gunting
Penggaris
Silet
Pemberat
pensil
2. Bahan
kardus
Tali
D. Prosedur Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
no reviews yet
Please Login to review.