Authentication
384x Tipe PDF Ukuran file 0.61 MB Source: repository.uinsu.ac.id
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian dan Definisi Psikologi
Pendidikan
Pengertian dan definisi Psikologi Pendidikan dapat dilihat
dari dua sudut yakni etimologi dan terminologi. Menurut etimologi
(asal usul kata) Psikologi Pendidikan dapat dijabarkan dalam
dua kata yakni “Psikologi” dan “Pendidikan”. Psikologi pertama
secara etimologi adalah istilah hasil peng-Indonesia-an dari
bahasa asing, yakni bahasa Inggeris “Psychology”. Istilah psychologi
sendiri bersal dari kata kata Yunani ”Psyche”, yang dapat diartikan
sebagai roh, jiwa atau daya hidup, dan “logis” yang dapat
diartikan ilmu. Kedua secara terminologi (istilah) maka psikologi
berarti ilmu jiwa atau ilmu yang memperlajari atau menyelidiki
pernyataan pernyataan (A.Sujanto,1985:1).
Gejala jiwa yang dijadikan obyek pembahasan dalam
psikologi ada empat macam yakni; gejala pengenalan (kognisi),
gejala perasaan (emosi), gejala kehenak (konasi), dan gejala
campuran (kombinasi). (M.Dimyati,1990:2).
1
PSIKOLOGI PENDIDIKAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Pendidikan yang berasal dari kata didik dalam bahasa Pendidikan sebagai sebuah pengetahuan berdasarkan riset
Indonesia juga hasil dari transeletasi peng-Indonesia-an dari psikologi dengan rangkaian sumber sumber untuk membantu
bahasa Yunani yaitu “Peadagogie”. Etimologi kata Peadagogie anda melaksanakan tugas tugas sebagai guru dalam proses
adalah “pais” yang artinya “Anak”, dan “again” yang terjemahannya belajar mengajar secara efektif.
adalah “bimbing”. Jadi terjemahan bebas kata peadagogie berarti Bagian berikut ini Witherington menegaskan pengertian
“bimbingan yang diberikan kepada anak”. Menurut termonologi Psikologi Pendidikan sebagai berikut:A Systematic study of the
yag lebih luas maka pendidikan adalah usaha yang dijalankan process and factor involvidin the education of human being called
oleh seseorang atau sekelompok orang lain agar menjadi dewasa educational psychology (Witherington:1952). Terjemahan
atau mencapai tujuan hidup dan penghidupan yang lebih tinggi Indonesianya adalah bahwa Psikologi Pendidikan merupakan
dalam arti mental (Sudirman N,1992:4). studi sistematis tentang proses proses dan faktor-faktor yang
Penelusuran makna dua kata psikologi dan pendidikan berhubungan dengan manusia.
di atas dapat dijadikan dasar untuk melihat lebih jauh pengertian Lebih konfrehensif lagi psikologi pendidikan dijabarkan
dan definisi psikologi pendidikan. Dengan maksud untuk dalam encarta sebagai berikut: Educational Psychology, application
memahami lebih luas psikologi dan pendidikan dari sudut of scientific method to the study of the behavior of people in instructional
masing masing, berikut beberapa definisi Psikologi Pendidikan settings..Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft
yang pernah dikemukakan para ahli. Corporation. All rights reserved.
Menurut Crow & Crow ; Educational psychology deseribesa Psikologi pendidikan lebih merupakan ilmu yang dapat
and explains the learning experiencess of an individual from diterakan dalam kehidupan sehari hari khususnya tentang
birth though old age. Its subject matter is concerned with the bagaimana masyarakat kita mengelola belajar. Hubungan guru
conditions that efect learning (Crow & Crow, 1958:7). Crow & dengan murid dan lain sebagainya.
Crow menegaskan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu Beberapa definisi di atas penulis anggap dapat mewakili
yang menerangkan masalah belajar pada seorang anak sejak banyak definisi yang dikemukakan para ahli. Untuk itu sedikitnya
lahir sampai usia lanjut, termasuk didalamnya kondisi yang ada tiga hal penting yang harus dijelaskan dari pengertian
mempengaruhi belajar. Kemudian Barlow memberikan batasan Psikologi Pendidikan yakni:
Psikologi Pendidikan sebagai berikut:..... a body of knowladge
grounded in psychological research which provides a repertioire 1. Psikologi Pendidikan adalah pengetahuan kependidikan
of resoucers to aid you in functioning more effectively in teaching yang didasarkan atas hasil hasil temuan riset psikologi.
learning process (Barlow:1985). 2. Hasil hasil riset psikologi tersebut kemudian dirumuskan
Makna dari kutipan tersebut adalah bahwa Psikologi
23
PSIKOLOGI PENDIDIKAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
sehingga menjadi konsep konsep, teori teori, dan metode dan obyek forma. Obyek materia ialah seluruh lapangan atau
metode serta strategi strategi yang utuh. bahan yang diajadikan obyek penyelidikan suatu ilmu, sedangkan
3. Konsep, teori, metode dan strategi tersebut kemudian disiste- obyek forma ialah obyek materia yang disoroti oleh suatu ilmu
matisasikan hingga menjadi “repertoire of resources”, yakni sehingga membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya, jika
rangkaian sumber yang berisi pendekatan yang dapat dipilih berobyek materia sama. (E.S. Ansari,1987:50).
dan digunakan untuk praktik praktik kependidikan khususnya Dalam Psikologi Pendidikan pembagian obyek pembahasan
dalam hal belajar mengajar. ini sebagai berikut:
Dari rumus berbagai pendapat di atas, Psikologi Pendidikan a. Obyek materia
jelas hadir dari pengembangan riset psikologi pada umumnya Obyek materia Psikologi Pendidikan adalah penghayatan
untuk kepentingan pendidikan. Dengan dasar ini dapat ditegaskan dan tingkah laku manusia.
definisi dan pengertian Psikologi Pendidikan yakni; suatu cabang b. Obyek forma
ilmu jiwa yang membahas tingkah laku anak pada proses
pendidikan. Obyek forma dari Psikologi Pendidikan ini adalah aspek
study tentang human behavior dan human relanship
dalam bidang atau dari sudut tinjauan kependidikan.
B. Psikologi Pendidikan sebagai Disiplin Ilmu Kongkritnya adalah proses membimbing, mengajar dan
Kerangka kerja ilmu sebagai sebuah pengetahuan ilmiah melatih anak dalam dunia pendidikan (Tadjab:1994,12).
didasarkan pada tiga syarat utama yakni; obyek, metode dan
sistematika (Jujun S. Suriasumantri,1984:9). Kualifikasi dari 2. Metode
tiga syarat inilah yang menjadi satu disiplin ilmu diterima dijajaran
ilmu-ilmu lainnya sebagai sebuah disiplin yang berdiri sendiri Metode yang digunakan dalam Psikologi Pendidikan tidak
atau tidak. Psikologi Pendidikan yang membidangi kajian praktis jauh berbeda dengan psikologi lainnya, hanya lebih diarahkan
tentang kependidikan memiliki kapling yang sepesifik yakni pada upaya peningkatan kemampuan guru dalam proses
sebagai berikut: pendidikan dan pengajaran.
Pada dasarnya metode itu meliputi usaha mengumpulkan
1. Obyek data, pengolahannya dan penyimpulannya. Beberapa metode
yang lazim digunakan dalam psikologi pendidikan adalah sebagai
Setiap ilmu pengetahuan ditentukan oleh obyeknya. Ada berikut:
dua macam obyek ilmu pengetahuan, yaitu obyek materia
45
PSIKOLOGI PENDIDIKAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
a. Metode Observasi didik memiliki rasa sosial atau justru terisolasi dari
Adalah metode yang dilakukan dengan jalan mengadakan teman temannya.
pengamatan terhadap tingkah laku peserta didik dalam f. Metode Statistik
situasi yang wajar, dilaksanakan dengan berencana, Metode ini lebih diarahkan untuk menganalisa dan
kontiniu dan sistematik serta diikuti dengan upaya menarik kesimpulan dari metode metode sebelumnya.
mencatat atau merekam secara lengkap. Analisa statistik sebagai satu rangkaian proses kegiatan
b. Metode Eksperimen dan Tes ilmiah mempunyai kedudukan penting dalam
Metode esperimen adalah dengan sengaja menciptakan pembahasan Psikologi Pendidikan. (A.Thontowi,1993:15).
situasi buatan dalam pendidik dan dalam situasi itu
ditempatkan subyek penelitian tertentu. Sementara itu Sementara itu metode lain adalah seperti pendapat pada
metode dilakukan dengan memberikan tugas yang harus tokoh-tokoh psikologi. Beberapa metode yang dapat digunakan
dilakukan oleh subyek, baik tugas tertulis maupun tugas dalam penelitian di bidang psikologi (Atkinson, 1983: 25)
lisan. diantaranya:
c. Metode Kuestioner dan Interview a. Metode eksperimental
Metode ini disebut juga angket dimana berupa daftar Metode ini dapat dipakai di luar maupun di dalam laboratorium.
yang memuat sejumlah pertanyaan yang disampaikan Dalam metode eksperimen dimungkinkan menyelidiki per-
kepada subyek untuk dikerjakan (dijawab) kemudian bedaan pengaruh berbagai aspek dengan mengujicobakannya
hasil jawabannya dianalisa dan disimpulkan. terhadap berbagai kelompok individu.
d. Metode Studi Kasus b. Metode pengamatan/ observasi
Metode ini adalah satu hal, kejadian atau peristiwa Tahap awal suatu ilmi memerlukan penyelidikan untuk
yang dialami oleh seorang peserta didik sebahai klien mengenal hubungannnya yang kemudian akan menjadi
yang baik pendidikan merupakan problem awal sampai objek studi yang lebih tepat. Menurut A.Thontowi (1993:
akhir memerlukan tatanan yang rapi dan ilmiah, 15) metode observasi adalah suatu metode yang dilakukan
sistematika inilah yang disebut metode studi kasus. dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap
tingkah laku individu dalam situasi yang wajar, dilaksanakan
e. Metode Sosiometri dengan berencana, kontiniu dan sistematis serta diikuti
Metode ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dengan pencatatan atau merekam secara lengkap.
tingkat intensitas hubungan sosial seorang anak. Dengan
metode ini akan dapat diketahui pakah seorang peserta
67
no reviews yet
Please Login to review.