Authentication
274x Tipe PDF Ukuran file 2.40 MB Source: repository.unimus.ac.id
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tingkat Kepuasan
1. Pengertian
Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja atau outcome yang dirasakan dengan harapan-
harapanya terhadap produk tersebut.tingkat kepuasan pelanggan
merupakan perbedaan daya guna yang dirasakan konsumen (perceived
performance atau perceived outcome ) dan harapan yang ada (expectation)
(Suryantoro, 2007). Pelanggan dapat mengalami salah satu dari tiga
macam keadaan berikut :
a. Kalau kinerja di bawah harapan pelanggan maka pelanggan tidak puas.
b. Kalau kinerja sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan, maka
pelanggan memperoleh kepuasan.
c. Kalau kinerja melebihi apa yang diharapkan oleh pelanggan, maka
pelanggan sangat puas dan gembira (delighted).
Harapan pelanggan dibentuk dan tumbuh dari pengalaman masa
lampau,komentar teman dekat atau kerabat, penjelasan dan janji
pemasar/pemberi pelayanan kesehatan, serta janji-janji dan informasi
kompetitor. Jika perusahaan/pemberi pelayanan kesehatan menaikan
harapan penggunaan biaya terlalu tinggi, penerima fasilitas kesehatan
mungkin akan kecewa atau tidak puas. Di sisi lain jika pemberi pelayanan
kesehatan memberikan biaya/harga yang rendah, akan menaikan jumlah
penerima fasilitas kesehatan dan biasa dikatakan berhasil memuaskan
penerima fasilitas kesehatan jika dapat memenuhi harapan-harapan yang
ada. Dan dalam kata glain perusahaan yang melakukan hal ini dapat
dikatakan menuju pada total costumer satisfaction, perusahaan sudah
semestinya memberikan tingkat kepuasan yang tinggi pada pelanggan,
repository.unimus.ac.id
11
sebab pelanggan yang mendapatkan kepuasan yang cukup hanya akan
bertahan untuk sementara waktu dan dengan mudah beralih pada
perusahaan/produsen yang mendapatkan tingkat kepuasan tinggi akan
memiliki ikatan pada merek produk, bukan hanya pada preferensi rasional
dan akhirnya semua ini akan membangun loyalitas pelanggan (Sigit
suyantoro, 2007).
Ada 4 cara atau aturan sederhana untuk membantu praktik manajer
yang berorientasi pada pelanggan (Golivart dan Sturdivan dalam Sigit
Suyantoro, 2007).
a. Mengakui bahwa pelanggan bukan suatu tujuan akhir dalam rantai
distribusi dan jangan sekali-sekali berfikir bahwa perusahaan hanya
sekedar menawarkan produk pada pelanggan.
b. Memperlakukan pelanggan sebagai sumber informasi yang dapat
menggambarkan pengalaman mereka. Manajemen dituntut untuk
dapat menginprestasikan informasi dan data pasar, serta membantu
pelanggan dalam memecahkan masalah. Manajer yang kreatif
harus dapat memberikan wawasan pengetahuan dan keahlianya
dalam memcahkan masalah pelanggan.
c. Jangan mengharapkan pandangan-pandangan brilian dlam
mempelajari perilaku pelanggan . Manajer perlu memperhatikan
perubahan-perubahan pelanggan, sehingga pada giliranya dapat
menghasilkan perbaikan-perbaikan yang nyata.
d. Manajer perlu melibatkan seluruh level organisasi dalam
menggerakan perusahaan ke arah kostumer fokus/sasaran
pelanggan yang dicapai.
Perhatian besar pada pelanggan. Pelayanan istimewa pada pelanggan
dapat dilakukan dengan dasar :
a. Komitmen terhadap pelanggan.
b. Perbaikan pelayanan yang terus-menerus (continouos
improvenment)
c. Mendengarankan suara pelanggan.
repository.unimus.ac.id
12
d. Memberikan otonomi pada pelanggan.
e. Menuntut tanggung jawab semua pihak.
Untuk bisa mempertahankan pelanggan, perusahaan harus
memberikan tanggapan sepenuhnya pada keluhan-keluhan pelanggan.
Perilaku dan tanggapan perusahaan pada pelanggan sudah semestinya
dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan memperhatikan hal-hal
tersembunyi yang berada di balik perilaku konsumen (Michael Le Bouf,
Handito 1995 dalam Sigit Suyantoro,2007).
Kepuasan menurut Boediono 2003, adalah efektevitas dari system
organisasi yang keberhasilanya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Pelanggan selain berbentuk orang pribadi juga berbentuk badan,baik dari
lingkungan internal maupun eksternal yang memiliki keinginan-keinginan
dan harapan tertentu. Selain pada dirinya melekat seperti raja dan tidak
pernah salah, maka sebagai pelanggan memiliki kebutuhan dasar yaitu :
a. Pelanggan memiliki keinginan untuk mendapat kebebasan dalam
membuat keputusan menentukan pilihan sesuai dengan
keinginanya.
b. Keinginan pelanggan, apa yang diputuskan dan ditentukan selalu
mendapatkan manfaat sesuai dengan keinginanya.
c. Keinginan pelanggan, apa yang diinginkan harus mendapatkan
respon atau mendapatkan perhatian, karena pelanggan
menginginkan perhatian atas harga diri.
d. Pelanggan menginginkan diperlakukan dengan jujur, artinya
adanya kepedulian yang iklas, tetapi mempertahankan standart
professional yang tinggi, dan makna dari apa yang dikatakan
pemberi jasa.
e. Pelanggan menginginkan disambut dengan ramah tamah, penuh
senyum, penuh kasih sayang, (bukan membagi rasa hangat dengan
pelanggan).
repository.unimus.ac.id
13
f. Keinginan pelanggan untuk diberitahu tentang kejadian
sebelumnya, sehingga mereka merasa di akrabi dalam hubungan
dengan pelanggan.
g. Pelanggan menginginkan adanya rasa aman dan dilindungi haknya,
aman daam arti terhindar dari keputusan yang salah, sehingga
diperlukan adanya kepastian dalam penetapan harga.
h. Pelanggan berkeinginan untuk dianggap orang penting.
Dalam hubungan dengan keinginan pelanggan tersebut, dikatakan
terjadi pelayanan kepuasan pelanggan (costumer satisfaction) manakala
terjadi pemenuhan kebutuhan atau keinginan pelanggan.Tetapi antara
upaya pemenuhan kebutuhan (pelayanan) dengan keinginan pelanggan
tidak lepas dari organisasi yang efektif.Artinya, tanpa di dukung dengan
system organisasi yang efektif, tidak mungkin terjadi pelayanan yang
memuaskan kepada pelanggan. Bagi pemimpin, untuk mendapatkan
kebebasan pribadi dalam membuat keputusan di atas harus dilakukan
secara hati-hati, jika tidak menurunkan nilai dari reputasi organisasi dalam
jangka waktu panjang (Lisa A.Persion, 1988 dalam Boediono, 2003)
Walaupun kepuasan pelanggan dapat digunakan sebagai ukuran,
namun untuk mengetahui apakah pelanggan tersebut menjadi puas atau
belum, inilah yang menjadi masalah.Untuk itulah diperlukan standart
pelayanan.Standart pelayanan adalah mengetahui mutu pelayanan,
sementara ada orang yang menyebutnya dengan mutu pelayanan.Sasaran
ukuranya adalah untuk mengetahui apakah pelayanan sudah prima dan
belum prima.Standart pelayanan bagi biokrasi pada umumnya di tentukan
dalam undang-undang atau perundang-undangan lainya.Dalam hal tidak
ditentukan dalam perundang-undangan, bisa dilakukan mengumpulkan
pendapat dari para ahli untuk dianalisis menghasilkan standar
pelayanan.Dalam menentukan standart pelayanan, lebih baik melalui
penelitian termasuk penelitian lapangan, atau mendengarkan pendapat
pelanggan.
repository.unimus.ac.id
no reviews yet
Please Login to review.