428x Filetype PPTX File size 0.12 MB Source: bahan-ajar.esaunggul.ac.id
PENDAHULUAN
. Tuntutan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan pada
abad ke-21, termasuk tuntutan terhadap asuhan keperawatan yang
berkualitas akan semakin besar. Dengan adanya globalisasi, dimana
perpindahan penduduk antar negara (imigrasi) dimungkinkan,
menyebabkan adaya pergeseran terhadap tuntutan asuhan
keperawatan.
•
Keperawatan sebagai profesi memiliki landasan body of knowledge
yang kuat, yang dapat dikembangkan serta dapat diaplikasikan
dalam praktek eperawatan.
Perkembangan teori keperawatan terbagi menjadi 4 level
perkembangan yaitu metha theory, grand theory, midle range theory
dan practice theory.
• Salah satu teori yang diungkapkan pada midle range theory
adalah Transcultural Nursing Theory. Teori ini berasal dari
disiplin ilmu antropologi dan dikembangkan dalam konteks
keperawatan. Teori ini menjabarkan konsep keperawatan yang
didasari oleh pemahaman tentang adanya perbedaan nilai-
nilai kultural yang melekat dalam masyarakat.
• Leininger beranggapan bahwa sangatlah penting
memperhatikan keanekaragaman budaya dan nilai-nilai dalam
penerapan asuhan keperawatan kepada klien. Bila hal tersebut
diabaikan oleh perawat, akan
mengakibatkan terjadinya cultural shock.
• Madeleine Leininger dianggap sebagai pendiri teori keperawatan
transkultural.
• Teorinya kini telah berkembang sebagai suatu disiplin dalam
keperawatan.
• Evolusi teorinya dapat dipahami dari buku-bukunya:
–Budaya Perawatan Keanekaragaman dan Universalitas (1991)
–Transcultural Nursing (1995)
–Transcultural Nursing (2002)
• Teori keperawatan Transcultural juga dikenal sebagai teori Budaya
Perawatan.
• Kerangka teoritis digambarkan dalam model itu disebut Model
Sunrise (1997).
Cultural shock akan dialami oleh klien pada suatu kondisi dimana
perawat tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya
dan kepercayaan. Hal ini dapat menyebabkan munculnya rasa
ketidak nyamanan, ketidakberdayaan dan beberapa mengalami
disorientasi.
Salah satu contoh yang sering ditemukan adalah ketika klien sedang
mengalami nyeri. Pada beberapa daerah atau negara diperbolehkan
seseorang untuk mengungkapkan rasa nyerinya dengan berteriak
atau menangis. Tetapi karena perawat memiliki kebiasaan bila
merasa nyeri hanya dengan meringis pelan, bila berteriak atau
menangis akan dianggap tidak sopan, maka ketika ia mendapati
klien tersebut menangis atau berteriak, maka perawat akan
memintanya untuk bersuara pelan-pelan, atau memintanya berdoa
atau malahmemarahi pasien karena dianggap telah mengganggu
pasien lainnya. Kebutaan budaya yang dialami oleh perawat ini akan
berakibat pada penurunan kualitas pelayanan keperawatan yang
diberikan.
Pengertian
• Transcultural Nursing adalah suatu
area/wilayah keilmuwan budaya pada proses
belajar dan praktek keperawatan yang fokus
memandang perbedaan dan kesamaan
diantara budaya dengan menghargai asuhan,
sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya
manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu
ini digunakan untuk memberikan asuhan ...
no reviews yet
Please Login to review.