Authentication
402x Tipe PPT Ukuran file 0.72 MB
Konsep diversifikasi seringkali diilustrasikan
dengan perkataan “jangan menaruh telur
pada satu keranjang”(don’t put your eggs
in one basket).
Pembicaraan dimulai dengan
membicarakan karakteristik diversifikasi,
bagaimana diversifikasi bisa mengurangi
risiko.
Pembicaraan dilanjutkan dengan
membicarakan aspek lain, yaitu sinergi,
yang perlu diperhatikan jika perusahaan
melakukan diversifikasi produk.
Apa itu Diversifikasi?
Ide sederhananya adalah membatasi
risiko saat kondisi jatuh atau risiko
kehilangan sejumlah uang, dengan
cara memiliki portofolio investasi di
kelas aset berbeda seperti reksadana,
obligasi, saham, properti, dll. Bahasa
sederhananya, investasikan uang
Anda bukan hanya di satu aset saja.
Bagaimana Cara Kerja Diversifikasi?
Fungsi dari diversifikasi itu sendiri adalah melindung aset
investasi Anda terhadap kondisi buruk, sambil tetap
mendapatkan keuntungan. Hal ini terjadi karena ketika
salah satu aset naik, yang lainnya turun dan juga ada yang
tetap.
Perlu diingat dengan menggunakan strategi ini Anda tidak
akan mendapatkan keuntungan maksimal. Akan tetapi
yang terpenting, Anda juga tidak akan mengalami kerugian
besar, yang bisa terjadi pada siapa pun, termasuk investor
profesional.
Strategi ini dapat membantu perjalanan investasi Anda
yang bergelombang menjadi jauh lebih mudah dan lancar
untuk mencapai tujuan investasi yang diinginkan. Secara
umum apabila harga saham naik maka obligasi akan turun
nilainya. Kedua kelas aset tersebut memiliki pergerakan
berlawanan arah sehingga dapat membantu menstabilkan
portofolio investasi saat Anda memiliki keduanya.
Bagaimana Caranya Mengukur Risiko?
Anda bisa menginvestasikan di peternakan saham dan
kehilangan semuanya. Atau, Anda dapat berinvestasi
sebagian dana dalam saham yang memiliki kinerja kurang
baik, tetapi keseluruhan portofolio tidak mengalami
gangguan. Ini karena Anda terdiversifikasi dengan benar di
kelas aset lainnya.
Memang, risiko tinggi berpotensi mendapatkan imbal hasil
tinggi, tetapi jangan lupakan juga akan adanya kerugian
yang besar pula. Risiko moderat mengkombinasikan
investasi risiko yang lebih tinggi dengan investasi berisiko
rendah untuk lebih menyeimbangkan kinerja investasi
dalam jangka panjang.
Bagaimana Caranya Mengukur Risiko?
Salah satu cara untuk menangani berbagai tingkat risiko
adalah dengan mengukurnya. Dalam dunia investasi,
risiko investasi diukur dari seberapa jauh ia
menyimpang dari hasil yang diharapkan. Anda tidak
perlu mengukur standar deviasi. Sebaliknya, pikirkan
portofolio Anda dalam kategori berbasis luas seperti
risiko rendah, sedang, dan tinggi.
Contoh : Jika semua investasi Anda hanya dalam
beberapa saham tunggal, Anda memiliki tingkat risiko
yang tinggi. Jika investasi Anda 60% dalam bentuk
saham dan 40% dalam obligasi dan secara global
terdiversifikasi di seluruh kelas aset, Anda memiliki lebih
banyak tingkat risiko sedang. Jika sebagian besar aset
Anda dalam obligasi dan kas jangka pendek, berkualitas
tinggi, Anda memiliki tingkat risiko yang rendah.
no reviews yet
Please Login to review.