Authentication
307x Tipe DOCX Ukuran file 0.03 MB
Anak Laki Dekat dengan Ibu Minim
Perilaku Negatif Saat Dewasa
Irna Gustia - detikHealth
Ilustrasi (Foto: telegraph)
London, Ibu sebaliknya jangan membuat jarak dalam hubungannya dengan anak lakinya.
Karena penolakan kedekatan dari sang ibu akan membuat anak laki berperilaku negatif saat
dewasa.
Sudah banyak kasus ibu yang lebih banyak marah menghadapi anak laki-lakinya yang nakal dan
menolak untuk memahami perilakunya atau malah menjauh ketika anak sedang ingin dekat
dengan ibunya.
Padahal ketulusan ibu untuk membuat hubungan yang akrab akan menjaga perilaku anak lakinya
tetap lurus dan terkendali saat ia dewasa.
Peneliti menemukan anak laki-laki jarang terlibat masalah atau berperilaku negatif ketika dewasa
jika si anak punya hubungan yang akrab dengan si ibu semasa kecilnya.
Ilmuwan menganalisa data 6000 anak di bawah usia 12 tahun. Hasilnya ditemukan, anak laki
yang tidak punya hubungan akrab dengan ibu cenderung menjadi lebih agresif dan menderita
masalah kesehatan mental.
Sebaliknya, anak laki akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang, percaya diri dan punya banyak
empati jika memiliki kenyamanan dengan ibunya ketika masa anak-anak.
Hubungan antara ibu dan anak laki-laki bisa rusak dari usia kanak-kanak jika anak-anak itu
berulang kali ditolak ketika mencoba datang ke orangtuanya untuk minta bantuan.
Padahal anak-anak tidak dapat berpaling dari orangtuanya saat menghadapi masalah besar dalam
kehidupannya di kemudian hari.
Pasco Fearon, profesor psikologi dari University of Reading, yang memimpin penelitian ini
mengatakan anak-anak akan merasa aman, dekat dan berharap ada yang menghiburnya ketika
mereka membutuhkannya.
"Sebaliknya, anak akan merasa tidak aman jika pernah memiliki mengalami hubungan yang
ditolak dan putus asa karena tidak bisa dekat dengan orangtuanya, ditolak atau tidak ditanggapi,"
kata Fearon seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (26/3/2010).
Anak-anak membutuhkan kekuatan kedua dari orang-orang terdekatnya untuk bisa mengatasi
stres dan tantangan. "Anak-anak tidak akan mampu mengatasi risiko yang besar dalam masalah
perilaku dan agresifnya," katanya.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Child Development.(ir/ver)
no reviews yet
Please Login to review.