Authentication
479x Tipe PDF Ukuran file 0.14 MB
RANSUM DARA AYAM RAS PETELUR (LAYER GROWER)
SNI 01-3928-1995
PENDAHULUAN 4.2. Bahan Baku Ransum
Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap Bahan baku campuran wajib menjamin
ransum/pakan jadi dara ayam ras petelur (layer kesehatan dan ketentraman batin masyarakat
grower) maka diperlukan suatu standar yang harus konsumen hasil peternakan. Bahan baku harus
dipenuhi dalam ransum dara ayam ras petelur (layer bebas dari residu dan zat kimia yang mem-
grower) bahayakan seperti pestisida, urea dan lain-lain.
1. Ruang Lingkup 4.3. Bahan Imbuhan atau Tambahan
Standar ini meliputi deskripsi, klasifikasi, Jenis bahan imbuhan atau tambahan mengacu
persyaratan mutu, bahan baku, bahan tambahan/ pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun
imbuhan, penandaan dan pengemasan, serta cara 1992 dan SK Dirjen Peternakan No.
pengambilan contoh dan metode analisis. 241/TN.260/Kpts/DJP/Deptan/1991
2. Deskripsi Pelengkap Pakan: vitamin,mineral, asam amino
a. Ransum adalah pakan jadi atau setengah jadi Imbuhan: medikasi, pemacu pertumbuhan
hasil pabrik/industri atau hasil pencampuran (growth promotant)
bahan ransum yang diedarkan/diperjualbelikan. 5. Penandaan dan Pengemasan
b. Bahan ransum adalah bahan baku yang terdiri 5.1. Penandaan
dari hasil pertanian, bahan asal hewan/ikan dan Kemasan ransum yang diperedarkan diwajib-
hasil industri beserta hasil ikutannya berikut kan melalui proses sertifikasi dengan dileng-
bahan imbuhan. kapi etiket/label yang mencantumkan:
c. Ransum dara ayam ras petelur (layer grower) a. Nama atau merek ransum
adalah ransum dara ayam ras petelur umur 6 b. Nama atau alamat perusahaan pembuat
(enam) minggu sampai 20 (dua puluh) minggu. c. Nomor izin perusahaan pembuat
3. Klasifikasi d. Jenis dan kode ransum
Mutu ransum didasarkan atas kandungan nutrisi e. Bentuk ransum (tepung atau butiran)
dan atau kandungan imbangan asam amino dalam f. Berat ransum dalam bungkusan
nutrisi yang digolongkan dalam 1 tingkatan mutu. g. Persentase kadar air (maks)
4. Persyaratan h. Persentase kadar protein kasar (min)
Persyaratan mutu meliputi kandungan nutrisi, i. Persentase lemak kasar (min)
kandungan batas toleransi aflatoksin dan atau j. Persentase serat kasar (maks)
kandungan asam amino dan atau kandungan k. Persentase abu (maks)
bahan imbuhan. l. Tanggal dan Nilai energi termetabolis (min)
4.1. Persyaratan Mutu Standar untuk ransum dara m. Cara penggunaan ransum
ayam ras petelur (layer grower) sebagai berikut: n. Warna dasar etiket k u n i n g dengan
kode Pengenal P2
a. Kadar air (%, maksimum) 14.0 5.2. Pengemasan
b. Protein kasar (%, minimal) 13.5-16.0 Untuk produksi pabrik ransum/pakan jadi
c. Lemak kasar (%, minimal) 2.5-7.0 dikemas dalam kemasan 5 kg, 10 kg 25 kg, 50
d. Serat kasar (%, maksimum) 7.0 kg dan 100 kg
e. A b u (%, maksimal) 5.0-8.0
f . Calsium (%, minimal) 0.9-1.2 6. Pengambilan Contoh dan Analisis
g. Fosfor (%, minimal) 0.6-0.9 6.1. Pengambilan Contoh
h. Aflatoxin (ppb, maksimum) 50 Pengambilan contoh dilakukan oleh petugas
i. L-Lysine (%, minimum 0.65 pengawas mutu pakan yang bersertifikat dan
j. DL-methione (%, minimum) 0.30
jajo66.wordpress.com
1
berpengalaman. Contoh diambil di pabrik dan Chemists) dan metode lainnya yang
di lapangan. telah diakreditasi oleh lembaga yang
6.1.1. Contoh diambil secara acak sebanyak berwenang.
akar pangkat 2 (dua) dari sejumlah 6.2. Metode Analisis
karung dengan maksimum dari 30 6.2.1. Analisis Proksimat A.O.A.C (Association
karung yang akan diperiksa of Official Agriculture Chemists) dan
6.1.2. Contoh dari setiap kemasan diambil dari metode lainnya yang telah disetujui
bagian atas, tengah dan bawah, oleh lembaga yang berwenang.
kemudian diaduk, diambil tiga bagian 6.2.2. Metode Pemeriksaan Aflatoxin
secara diagonal sebanyak 500 gram (aflatoxin test)
dan dibungkus serta disegel dihadapan 6.2.3. Pada kadar protein maksimum atau
pemilik/petugas perusahan dengan minimum, maka kandungan protein
sebuah duplikat yang juga disegel dan diperiksa ulang dengan sistem feed
disimpan pada perusahaan. microscopy. Bila hasilnya masih
6.1.3 Contoh tersebut dalam keadaan disegel meragukan, maka kandungan asam
dan setelah diberi nomor kode oleh amino harus diperiksa menurut metode
petugas pengawas mutu pakan dikirim yang telah diakui ISO
ke Balai Pengujian Mutu yang ditunjuk
dan akan diperiksa menurut metode
standar yang ditetapka dalam AOAC
(Association of Official Agriculture
.
jajo66.wordpress.com
2
no reviews yet
Please Login to review.