Authentication
439x Tipe PDF Ukuran file 0.71 MB
MAKALAH PENELITIAN
MENINGKATKAN KONVERSI PAKAN TERHADAP
PRODUK TERNAK AYAM
Di Peternakan Ayam Pedaging Desa Ngripik, Wonosari,
Gunung Pati, Semarang
Disusun oleh:
Amri Prihantono L2C307009
Cipto Suprianto L2C307020
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2008
1
MENINGKATKAN KONVERSI PAKAN TERHADAP PRODUK
TERNAK AYAM
Di Peternakan Ayam Pedaging Desa Ngripik, Wonosari, Gunung
Pati, Semarang
Amri Prihantono (L2C307009) dan Cipto Suprianto (L2C307020)
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Jln. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, 50239, Telp/Fax: (024)7460058
Pembimbing: Ir. R. P. Djoko Murwono, SU
Abstrak
Indonesia sebagai negara agraris ternyata sudah masuk dalam “perangkap pangan” atau
food trap negara maju dan kapitalisme global. Tujuh komoditas pangan utama nonberas yang
dikonsumsi masyarakat sangat tergantung pada impor. Bahkan, empat dari tujuh komoditas pangan
utama nonberas, yakni, gandum, kedelai, daging ayam ras dan telur ayam ras sudah masuk kategori
kritis Dengan meningkatkan kualitas hasil ternak khususnya unggas, dapat membantu pemerintah
untuk lepas dari masalah tersebut. Mahalnya bahan baku pakan dan terutama bahan fortifikasinya
antara lain yang mengandung bahan bio mineral dan vitamin, serta berbagai macam antibiotik, yang
seharusnya diberikan dalam pakan ayam menyebabkan sistem metabolik dari pencernaan yang terkait
dengan pertumbuhan daging dan telur akan terhambatan. Gejala ini terlihat dengan semakin banyak
volume kotoran yang dihasilkan serta bau kotoran yang sangat menyengat, selain itu juga sedikitnya
konsumsi dari air minum yang dipergunakan. Gejala ini menunjukan bahwa efisiensi sistem
pencernaannya terganggu, maka dengan sendirinya konversi yang akan diperoleh menjadi sangat
kecil.Bahan makanan merupakan sumber utama kebutuhan nutrisi ayam broiler untuk keperluan hidup
dan produksinya.
Kata Kunci: Ayam, Konversi Pakan dan Nutrisi
Abstract
Indonesia as agricultural country in the reality have entered in " food trap" or developed
countries trap food and global capitalism. Seven especial food commodity of consumed by no-rices is
society very depend on import. Even, four from seven especial food commodity of non-rices, namely,
grist, soy, race chicken flesh and race chicken's egg have entered critical category By improving the
quality of result of livestock specially poultry, can assist government to get out of the the problem.
Costly food raw material and especially its materials for example pregnant of mineral bio materials
and vitamin, assorted and also antibiotic, what ought to be given in chicken food cause metabolik
system from digestion which related to growth of egg and flesh of lacking. This symptom seen with
more and more yielded dirt volume and also dirt aroma which is very sting, besides also at least
consume from utilized drinking water. This symptom of showing that its digestive system efficiency
annoyed, hence by itself conversion to be obtained to become very small.Raw of food represent
especial source of requirement of broiler chicken nutrisi for life and its production. But there no
perfect food-stuff, one pregnant materials all nutrisi element.
Key Word: Chicken, Feed Convertion, and Nutrition
2
1. Pendahuluan
Pada saat ini, sebagian besar ayam pedaging komersial dipelihara oleh perusahaan yang
memiliki jalur pemasaran sendiri. Anak ayam biasanya dibeli dari perusahaan-perusahaan yang
memproduksi ayam strain atau galur khusus, baik untuk produksi daging maupun telur. Ayam yang
dipelihara dengan tujuan untuk memproduksi daging menunjukkan kemampuan pertumbuhan yang
baik dan dapat mencapai bobot pasar dengan cepat. Kemampuan pertumbuhan yang baik tersebut
dihasilkan dari pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tinggi jika dibandingkan dengan berat yang lebih
ringan, kebutuhan tempat pakan, luasan per ekor dan ventilasi yang lebih banyak. Pengiriman langsung
dari penetasan ke kandang yang bersih akan memperlancar sistem yang efisien dan modern serta
meringankan beban para peternak karena tidak harus faham benar seluk-beluk program pemuliaan
harus menyiapi bibit sendiri
Makan merupakan aktivitas rutin tiap makhluk hidup sebagai usaha untuk mempertahankan
hidupnya. Tetapi belum menjamin kemampuannya untuk berproduksi dengan baik, sekalipun ia makan
sepuasnya. Bila diperhatikan, setiapkali ayam makan, pada kesempatan lain ayam tersebut
mengeluarkan feses yang telah berubah bentuk maupun warna. Ini menunjukan ada proses di dalam
tubuh ayam. Proses ini dinamakan proses pencernaan dan yang diambil dari proses ini adalah sari
makanan yang disebut dengan unsur-unsur nutrisi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi Ternak
a. Umur.
b. Laju petumbuhan.
c. Reproduksi.
d. Iklim
e. Tingkatan energi
f. Penyakit
NOPKOR PSO (Nitrogen, Phospat, Kalium organism Recovery, in media Polimer Saline and Oily)
Bahan ini termasuk kelompok bahan probiotik dengan kandungan kultur campuran Nopkor
(Nitrogen, phospate kalium, mokroorganisme recovery) merupakan kultur campuran mikroba
pencernaan NPK yang berguna untuk proses hidrolisa karbohidrat, serat dan protein menjadi
monosakarida asam amino yang berguna bagi pertumbuhan hewan ternak. Nopkor PSO yang
mengandung mikroba Phospat yang cukup tinggi dapat membantu dalam proses penulangan dan
pembentukan cangkang telur.
Fungsi NOPKOR PSO untuk ternak:
a. Peningkatan pertumbuhan dalam bentuk ukuran dan berat
b. Peningkatan perkembangbiakan
c. Peningkatan kesehatan dan metabolisme organ ternak
d. Peningkatan asupan konversi ataupun pakan menjadi daging
PREMIKS
Bahan prebiotik yang sebagai pangasup berbagai unsur maneral, serta antibiotika alami yang
sangat dibutuhkan, multi vitamin dan hormon, serta berbagai bahan pemacu dan menyehatkan fungsi
hati dari unggas yang dibudidayakan. Pemberian asupan secara prebiotik merupakan Premix.
Fungsi PREMIKS untuk ternak:
a. Peningkatan konversi asupan pakan menjadi daging dan telur dalam bentuk timbangan berat.
b. Ketahanan penyakit, kesehatan, metabolisme ternak dan hasil produk.
Kendala yang dihadapi, adanya krisis global juga melanda peternakan unggas terutama dalam bentuk
beberapa hal antara lain:
1. Mahalnya Harga Pakan
2. Rendahnya Konversi Pakan
3. Ketahanan terhadap Penyakit
3
2. Bahan dan Metode Penelitian
Bahan yang digunakan adalah ayam pedaging strain premium, pakan ternak ayam, air,
NOPKOR PSO, dan PREMIKS, antibiotik, kemudian dilakukan dengan uji fehling. Analisa bahan
baku meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Bahan pembantu yang digunakan
HSO, CuSO.5HO, Na SO , HCL, Serbuk Zn, Phenolptalein, Methylen Blue, Fehling A, dan
2 4 4 2 2 4
Fehling B, NaOH, Aquadest, n-Heksane.
Peralatan yang digunakan meliputi set alat hidrolisa (labu leher tiga, pendingin balik), set alat
destruksi (metode Kjedahl, labu digester ) , set alat distilasi (labu distilasi, pendingin liebig), set alat
ekstraksi lemak, statif, klem, buret, erlenmeyer, pipet tetes, beaker glass, selang, neraca analisa,
lumpang porselen, oven, cawan porselen, adaptor, kompor listrik, dan kompor gas.
Metode Percobaan yang digunakan dalam analisa pakan ayam, daging maupun kotoran ayam
adalah proses hidrolisa untuk penentuan kadar karbohidrat, metode Kjedahl untuk penentuan kadar
protein, dan metode Soklet untuk penentuan kadar lemak. Respon diharapkan dengan penambahan
NOPKOR PSO dan PREMIKS pada ternak ayam dapat meningkatkan konversi pakan terhadap berat
badan ayam serta diperoleh kualitas daging yang lebih baik daripada ternak ayam yang tidak diberi
penambahan NOPKOR PSO dan PREMIKS.
3. Hasil Percobaan dan Pembahasan
Tabel.1 Pertambahan Berat Badan Ayam
Umur Ayam NOPKOR PSO dan Tanpa NOPKOR
(hari) PREMIKS (gram) PSO dan PREMIKS
4 60 60
7 135 132,5
11 150 150
14 330 330
18 550 540
21 770 760
25 970 930
28 1350 1290
32 1580 1520
35 1930 1870
40 2500 2350
Tabel. 2. Perbandigan Analisa Pakan, Kotoran dan Daging
Sampel Glukosa ( % ) Protein ( % ) Lemak ( % )
Pakan 35 34 15,7
Kotoran umur 20 14,212 13,87 -
dengan NOPKOR
Kotoran umur 39 10,52 10,31 -
dengan NOPKOR
Kotoran umur 20 17,538 15,23 -
tanpa NOPKOR
Kotoran umur 39 12,647 13,47 -
tanpa NOPKOR
Daging dengan - 21,18 32.6
NOPKOR
4
no reviews yet
Please Login to review.