162x Filetype PPT File size 1.10 MB Source: anita.staff.gunadarma.ac.id
1. Pendahuluan
1. Pendahuluan
• Metode hipotesis dengan menggunakan distribusi z dan distribusi t
efektif untuk uji hipotesis tentang perbedaan rata-rata µ dari satu
atau dua populasi
• Analisis ragam (Analysis of varians /ANOVA) merupakan
prosedur uji hipotesis dengan membandingkan rata-rata µ dari 3 atau
lebih populasi secara sekaligus
H : µ = µ = µ (Semua rata-rata 3 populasi adalah sama)
0 1 2 3
H : Rata-rata 3 populasi adalah tidak semuanya sama
1
• Uji analisis ragam dilakukan dengan menggunakan distribusi F.
2. Distribusi F
2. Distribusi F
• Seperti halnya distribusi t, bentuk kurva distribusi f tergantung dari
jumlah derajat bebas df, yaitu terdiri dari 2 derajat bebas dimana
satu sebagai pembilang dan satu sebagai penyebut. Keduanya
disebut sebagai parameter untuk distribusi f.
df = (8, 14)
Pembilang/numerator Penyebut/denumerator (df )
(df ) d
n
Analisis Ragam (ANOVA) ~ Statistika 2 2
• Meningkatnya derajat bebas df, puncak kurva distribusi f bergerak
ke kanan sehingga kemiringannya berkurang.
df = (1, 3)
df = (7, 6)
df = (12, 40)
df = (8, 14)
0.05
F 2.70 F
• Contoh :
Tentukan nilai f untuk derajat bebas 8 untuk pembilang (df ), dan 14
n
untuk penyebut (dfd), serta 0.05 luas daerah pada ekor sebelah kanan
kurva distribusi f. (tabel hal. 180)
Derajat Bebas untuk Pembilang F 0.05= (8, 14) = 2.70
1 2 ….. 8 ….. 100
1 161.5 199.5 ….. 238.9 ….. 253.0
2 18.51 19.00 ….. 19.37 ….. 19.49
….. ….. ….. ….. ….. ….. …..
14 4.60 3.74 ….. 2.70 ….. 2.19
Analisis Ragam (ANOVA) ~ Statistika 2 3
3. Analisis ragam satu arah
3. Analisis ragam satu arah
• One-way ANOVA test menganalisa hanya satu faktor atau variabel.
Sbg contoh, dalam pengujian kesamaan rata-rata µ untuk skor mahasiswa
dengan 3 metode berbeda disini hanya ada 1 faktor yang mempengaruhi
skor mahasiswa, yaitu metode.
Jika 3 dosen yang berbeda dengan 3 metode yang berbeda disini ada 2
faktor yang mempengaruhi skor mahasiswa, yaitu metode dan dosen
bukan uji satu arah.
• Asumsi untuk One-way ANOVA :
1. Populasi-populasi dimana sampel diambil terdistribusi (mendekati)
normal
2. Populasi-populasi dimana sampel diambil memiliki ragam
(simpangan baku) yang sama
3. Sampel diambil dari populasi yang berbeda secara acak dan
• independent
Uji analisis ragam satu arah selalu memiliki daerah penolakan (rejection)
di sebelah kanan dari ekor kurva disribusi f.
• Pengujian hipotesis dengan ANOVA memiliki prosedur yang sama dengan
uji hipotesis sebelumnya.
Analisis Ragam (ANOVA) ~ Statistika 2 4
3.1. Penghitungan nilai statistik uji f
3.1. Penghitungan nilai statistik uji f
• Nilai statistik uji f untuk pengujian hipotesis dengan ANOVA merupakan rasio dua
ragam, yaitu ragam antara sampel (MSB) dan ragam dalam sampel (MSW)
MSB SSB SSW
F= MSB= ; MSW =
MSW k-1 n-k
2 2 2 2 2 2 2
(x) T T T
T T T .... 2 1 2 3 ....
DIMANA SSB= 1 + 2 + 3 + - SSW= x - + + +
n n n n n n
1 2 3 n 1 2 3
Keterangan :
x = variabel x
k = jumlah perlakuan / treatment
n = ukuran sampel i
i
Ti = total nilai variabel dalam sampel i
n = jumlah semua sampel = n1 + n2 + n3 + …
∑x = total nilai x dalam semua sampel = T + T + T + …
1 2 3
2
∑x = total kuadrat nilai x dalam semua sampel
Analisis Ragam (ANOVA) ~ Statistika 2 5
• Contoh :
Terdapat 3 metode pengajaran dalam mata kuliah Dasar-dasar
pemrograman. Di akhir semester diberikan test yg sama pada 15
mahasiswa, dan diperoleh skor sbb :
Metode I Metode II Metode Hitunglah nilai statistik uji f !
III Jawab :
48 55 84
73 85 68 Metode I Metode II Metode
III
51 70 95 48 55 84
65 69 74 73 85 68
87 90 67 51 70 95
Σx = T + T + T 65 69 74
1 2 3
= 324 + 369 + 388 = 1081 87 90 67
T = 324 T = 369 T = 388
n = n + n + n = 15 1 2 3
1 2 3 n = 5 n = 5 n = 5
1 2 3
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
Σx = (48) + (73) + (51) + (65) + (87) + (55) + (85) + (70) + (69) + (90) +
2 2 2 2 2
(84) + (68) + (95) + (74) + (67)
= 80709
2 2 2 2
(324) (369) (388) (1081)
SSB= 5 + 5 + 5 - 15 = 432.13
2 2 2
(324) (369) (388)
SSW= 8070 9 - 5 + 5 + 5 = 2372.80
Analisis Ragam (ANOVA) ~ Statistika 2 6
no reviews yet
Please Login to review.